Gandeng Kemendag RI, upaya Wali Kota Kediri populerkan tenun ikat 'go international'
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengajak Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Widya Putri berkunjung ke kampung pengrajin tenun ikat di jalan KH Agus Salim Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur.

Elshinta.com - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengajak Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Widya Putri berkunjung ke kampung pengrajin tenun ikat di jalan KH Agus Salim Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur.
Kali ini tempat usaha pengrajin yang dikunjungi yaitu tenun ikat cap Mendali Emas. Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Widya Putri dan Wali Kota Vinanda Prameswati melihat secara langsung proses pembuatan tenun ikat. Bahkan kedua penjabat tersebut turut mempraktekkan secara langsung bagaimana cara membuat tenun ikat dengan menggunakan peralatan serba tradisional.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dalam keteranganya menjelaskan jika Pemerintah Kota Kediri selama ini sangat konsen dalam mendukung kelangsungan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang memiliki potensi untuk eksport. Dalam hal ini Pemerintah Kota ingin berkolaborasi membutuhkan dukungan dari beberapa pihak salah satunya Kementrian Perdagangan Republik Indonesia.
"Kami bersyukur ibu Wamendag bisa hadir di Kota Kediri, harapanya UMKM di Kota Kediri bisa dipasarkan hingga Internasional," terangnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Fendi Lesmana, Jumat (18/7).
Sementara itu Menteri Perdagangan Dyah Roro Widya Putri menyatakan kekagumannya terhadap hasil karya tenun ikat. Yang lebih luar biasa lagi ia mengaku takjub baru mengerti jika kampung tenun ikat Kelurahan Bandar Kidul ternyata sudah eksis sejak tahun 1915. Ia berharap kampung tenun ikat bisa terus regenerasi menghasilan karya yang bermutu dari tangan terampil para pemuda
"Kita berharap adanya regenerasi , bagaimana warga Kota Kediri yang masih muda usia produktif bisa diajarkan tenun hingga kita lestarikan secara terus menerus," ucapnya.
Selain itu Kementerian Perdagangan juga melihat pontensi eksportnya. Ia merasa kagum ternyata ada beberapa produk kain tenun ikat Bandar yang sudah ekspor menyasar manca negara yaitu Timur Tengah, midle east dan Singapura.
"Kita berharap agar produk produk ini bisa dikenal di pasar internasional. Jadi mungkin nanti bisa kita bantu kenalkan dengan beberapa perwakilan di luar negeri, ada 33 negara," tandasnya.